Kamis, 22 November 2012

Pencakar Langit Tertinggi di Dunia Rampung 5 Tahun Lagi



JEDDAH - Gedung pencakar langit (skyscraper) yang diklaim bakal jadi tertinggi di dunia, yakni Kingdom Tower di Jeddah, Arab Saudi akan rampung dalam waktu lima tahun atau sekira 63 bulan lagi dari sekarang. Hal ini disampaikan langsung oleh Bos Kingdom Holding Company (KHC) Pangeran Alwaleed bin Taal, pemilik mega proyek tersebut.

Seperti dilansir Menafn, Senin (16/4/2012), konglomerat Arab Saudi ini menyatakan, dana investasi untuk membangun Kingdom Tower senilai 8,8 miliar riyal Saudi atau sekira Rp21,5 triliun. Angka ini telah bertambah dari sebelumnya yang pernah disampaikan Pangeran Alwaleed senilai 7,3 miliar riyal Saudi atau sekira Rp17,9 triliun (Rp2.451 per riyal Saudi).

Menurutnya, untuk membangun proyek yang akan menggantikan posisi Burj Khalifa Dubai sebagai gedung teringgi di dunia, dengan ketinggian mencapai 1.000 meter ini, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan raksasa Arab lainnya, seperti Saudi Binladin Group (SBG) yang ikut menginvestasikan dana senilai 1,5 miliar riyal Saudi atau sekira Rp36,7 miliar.


Gambar model Kingdom Tower (foto: skyscrapercity)

"Kami bermaksud menjadikan Kingdom Tower untuk menjadi mesin ekonomi sekaligus simbol baru kebanggaan ekonomi dan budaya Kerajaan Arab Saudi kepada masyarakat dunia," kata Executive Director, yang juga pengembang dan investor lokal perusahaan anak grup KHC, dan juga salah satu anggota dalam Jeddah Economic Company Talal Al-Maiman.

Dengan total area konstruksi seluas 500 ribu meter persegi (m2), Kingdom Tower nantinya akan difungsikan sebagai bangunan mixed-use, yang akan diisi oleh jaringan hotel Four Seasons, layanan apartemen dari Four Seasons, perkantoran kelas pertama, kondominium mewah dan observatorium yang lebih tinggi dari yang ada saat ini di dunia.

Meskipun pembangunan proyek ini di lain pihak juga mendapat kecaman dan ketidaksetujuan banyak pihak, namun, nyatanya lisensi untuk membangun Kingdom Tower telah diperoleh dari pemerintah Kota Jeddah pada 19 Februari lalu. KHC sebagai pemilik utama proyek ini pun tak mau ketinggalan waktu dan kesempatan untuk segera membuktikannya kepada seluruh dunia.
(rhs)
sumber: okezone.com

Rabu, 21 November 2012

Petani Jeruk

Alkisah, hiduplah seorang petani yang terkenal karena kualitas jeruknya. Pada suatu hari, tetangganya bertanya apakah petani itu bersedia membagi sedikit benih dari kebunya. Petani itu langsung setuju dan memberikan tetangganya sedikit benih. Si tetangga begitu gembiranya sampai-sampai ia pergi memberi tahu teman-temanya.

Begitu mendengar kedermawanan petani itu, salah seorang tetangga menemui pak petani untuk bertanya apakah ia juga. Bisa mendapatkan sedikit benih dari petani itu. Tanpa ragu, pak petani memberikan segenggam penuh. Segera saja kabar tersebut beredar dikota. Petani itu pun menerima permintaan benih dari hampir semua petani diwilayah itu dan ia memberikan benih-benihnya secara ikhlas.

Si anak mengamati ayahnya memberikan benih- benih jeruk mereka yang berharga. Anak itu tidak bisa memahami mengapa ayahnya berbuat begitu. Maka, pada suatu hari, ia betanya kepada ayahnya.
"ayah, kalau ayah memberikan benih-benih itu, apa ayah tidak takut tidak lama lagi semua orang akan menghasilkan jeruk yang kualitasnya persis sama dengan jeruk kita?" katanya dengan penuh kekhawatiran." jeruk kita nanti tidak unik lagi."

"nak, pahamilah sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini. Semua yang kita lakukan mempengaruhi orang lain. Begitu pula apa yang dilakukan orang -orang lain juga mempengaruhi kita. "

"saya tidak paham, ayah" tanggap anaknya begitu bingung.
"begini, kita harus tetap mempertahnkan jeruk agar tetap bemutu, bukan? Dan, kau tahu betul bahwa angin akan meniup serbuk sari dari bunga- bunga jeruk dan membawa kemana- mana. Angin tidak pilih- pilih anakku. Sewaktu ia berhembus dibawanya sebuk sari kita, juga serbuk sari lain sepanjang perjalanan. Dan serbuk- saerbuk sari itu akan . . ."

"saya paham, ayah! Serbuk- serbuk sari itu akan melakukan penyerbukan silang, dan, cepat atau lambat, jeruk- jeruk kita juga akan terpengaruh!" ujar si anak dengan penuh semangat.

"ya. Jadi, supaya kita bisa mempertahankan jeruk bermutu tinggi, jeruk- jeruk tetangga kita juga harus bermutu baik."

Selasa, 03 April 2012

Tips Menghadapi Wawancara Kerja

Menghadapi wawancara pertama bisa menyenangkan atau menegangkan. Namun kamu bisa merasa percaya diri dengan mengikuti aturan ini.

1. Jika kamu dipanggil wawancara, konfirmasikan segera bahwa kamu bisa hadir pada waktu yang ditentukan. Jika kamu tidak bisa datang sesuai jadwal, jujurlah, dan tanyakan kemungkinan untuk membuat janji di lian waktu.

Minggu, 01 April 2012

Limbah Tahu Bisa Jadi Pengganti LPG


Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTL BPPT) mengembangkan teknologi pengelolaan limbah cair dari industri tahu di Banyumas, Provinsi Jawa Tengah menjadi biogas.
"Pengelolaan limbah cair tahu menjadi biogas sudah kita mulai sejak 2009 dan saat ini masyarakat sekitar industri tahu di Banyumas sudah dapat memanfaatkan biogas yang dihasilkan untuk memasak," kata peneliti BPPT, Widiatmini SW di Jakarta, Selasa.
Widiatmini selaku koordinator program pengembangan energi biogas pada industri tahu untuk mendukung cluster mandiri energi dan mitigasi gas rumah kaca, mengatakan, industri tahu menghasilkan emisi gas rumah kaca terbesar disamping industri tapioka.
Pengolahan limbah tahu cair dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan membantu pemenuhan energi bagi masyarakat sekitar, katanya.
Di Indonesia saat ini terdapat 84.000 industri tahu dan jumlah limbah cair yang dihasilkan mencapai 20 juta m3 per tahun, jika dikelola total emisi gas rumah kaca yang bisa dikurangi hampir satu juta ton per tahun, katanya.
PTL BPPT mengolah limbah cair industri tahu dari satu meter kubik limbah menjadi 6.500 liter biogas. Teknologi yang digunakan adalah Fixed Bed Reactor. Pengembangan dilakukan di desa Kalisari dan Cikembulan Kabupaten Banyumas dengan bantuan pendanaan dari Kementerian Riset dan Teknologi.
Dari percontohan yang sudah dibangun di dua desa tersebut, biogas yang dihasilkan dimanfaatkan oleh 50 rumah tangga untuk menggantikan LPG. Total penghematan LPG yang diperoleh 90 ton per tahun dan reduksi emisi CO2 sebesar 184 ton per tahun.

sumber: kompas.com

Rabu, 28 Maret 2012

wah, ada mesin BBA (Bahan Bakar Air)

Tim peneliti yang tergabung dalam Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) Wilayah Propinsi Banten berhasil menciptakan mesin perahu berbahan bakar air yang bisa mengurangi ongkos melaut para nelayan."Mesin tersebut dapat mengurangi pemakaian bensin para nelayan hingga mencapai delapan puluh persen," kata Ketua Umum PATI Wilayah Provinsi Banten, Lili Romli, di kantornya di Graha Telkom Serpong, Rabu (28/3/2012).